[Parenting] Anakku Belajar Kecewa

Mengajarkan anak memilih adalah tanggung jawab orangtua, memilih dan konsekuensinya tidak terpaku hanya pada benda namun juga dalam menentukan sikap. Pastikan Anda menjelaskan pilihan konsekuensinya dengan penuh kasih sayang dan yakinkan apapun pilihannya Anda akan tetap bersamanya apabila itu yang diinginkannya. Dan dalam hal ini, orangtua sebagai guru yang paling utama bagi anak, wajib mengajarkan memilih mana yang baik atau buruk. Jika pilihan itu tidak mengenakkan untuk anak pun, orangtua harus mau memahami.

index

Saat seorang anak memilih sesuai pilihan yang diberikan, dengan konsekuensi yang dikomunikasikan dengan baik, anak akan belajar dari rasa kecewanya dan mengolahnya perlahan menjadi baik. Dari sini anak belajar akan kehidupan dan skill atau kemampuan berkehidupan.

⭐⭐⭐
Balita belajar kecewa

Orang tua kerap tak tega melihat balitanya kecewa jika keinginannya tak dikabulkan. Padahal, mengalami kekecewaan adalah hal yang penting untuk dilalui.. Tinggal bagaimana Anda mengatasi kekecewaannya dengan baik.

Anak-anak kecewa dan frustrasi ketika permintaan atau keinginannya tak dipenuhi segera. Reaksi balita menghadapi kekecewaan biasanya menangis, uring-uringan bahkan mengamuk. Orang tua biasanya pusing melihat balita berulah demikian. Daripada membuat heboh sekitar, orang tua biasanya memenuhi saja permintaan anak-anaknya atau ada yang justru memarahinya dengan keras yang membuat tantrumnya justru semakin jadi.

⭐⭐⭐
Anak belajar kecewa

Pertemuan dengan keluarga besar atau pun teman sebaya merupakan kesempatan baik sekaligus tantangan bagi anak untuk belajar bersosialisasi dan mengolah emosinya. Termasuk di dalamnya adalah berbagi, mengalami kekecewaan dan seterusnya.

Bila anak rutin berkunjung ke rumah nenek-kakek atau keluarga lain, itu baik karena cara ini melatih anak mencoba menghadapi masalahnya. Saat ia bermain dengan saudaranya, bisa saja ia tidak kebagian mainan yang diinginkan. Dan mungkin anak Anda akan kecewa, tapi itu merupakan kesempatan baik bagi anak belajar menerima kekecewaan.

Agar ia tidak menekan rasa kecewa, marah, dan kesalnya, ibu dapat mengawasinya, sehingga saat melihat perubahan mimik wajahnya, dapat langsung menampung perasaan negatifnya. Katakan padanya bahwa Anda tahu ia kecewa, dan tawarkan bantuan untuk meminta giliran pada sepupu-sepupunya. Sehingga ia dapat merasakan dukungan moril dari ibu, dan ini membuat perasaannya lega. Katakan betapa senangnya Anda karena ia mau menceritakan perasaan negatifnya.

Jelaskan padanya, setiap orang pasti ingin mendapatkan apa yang ia inginkan, tetapi dalam kenyataannya tidak selalu bisa terpenuhi. Bila situasinya terlalu berat untuknya, misalnya ada sepupu yang terlalu mendominasi, ibu perlu turun tangan dengan memberikan batas waktu untuk setiap anak dengan menggunakan hitungan jam atau menit. Sehingga, setiap anak merasa telah mendapat hak yang setara dengan anak yang lain dan sekaligus belajar mengendalikan keinginannya untuk mendominasi orang lain.

Ajarkan anak untuk selalu berbicara pada orang lain dengan cara yang baik dan sopan untuk mengutarakan apa yang ia inginkan atau harapkan dari orang lain

⭐⭐⭐
Memperkaya pengalaman

Melalui pengalaman kecewa, anak bisa belajar banyak hal. Pengalaman ini juga akan memperkaya pengalaman anak, sama seperti pengalaman hidup lainnya.

Bagaimanapun, orang tua tidak dapat menghindarkan balita dari rasa kecewa, frustasi, atau sedih. Di samping itu, melalui pengalaman kecewa ini, balita belajar bahwa dalam hidup itu ada batas-batasnya, dan batas itu ada bukan untuk menyakitinya, itu sebabnya penting untuk mengatasi kekecewaan anak dengan kasih sayang dan juga pengertian.

Selain itu, dengan kemampuan anak mengatasi kekecewaan yang semakin baik dengan pendampingan dan pengertian yang dibetikan orangtuanya, ia juga belajar melihat kekecewaan bukan sebagai masalah melainkan tantangan. Tantangan demi tantangan yang berhasil dilewati dapat membangun rasa percaya dirinya.

⭐⭐⭐
Atasi kekecewaan dengan cinta

Dalam mengajari anak menghadapi kekecewaan, yang perlu digunakan adalah kalimat dan nada bicara positif. Tentu saja tak mudah nsmun disitulah tantangan ujian bagi orangtua.

Namun percayalah, hasil dari cara ini dapat Anda petik ketika ia beranjak usianya, teurama saat keterampilan bicara dan sosialnyanya berkembang pesat.
Intinya adalah, ketika anak mengalami kesedihan dan kekecewaan, sementara orang tua selalu memberi respons positif dan dukungan untuk menghadapinya, anak jadi tegar dan kuat.

Sebaliknya, bila anak banyak mengalami kekecewaan namun hanya sedikit respons positif dari orang tua, ia tumbuh menjadi seseorang yang selalu ragu-ragu, tidak percaya pada dirinya sendiri dan juga orang lain. Anak bahkan bisa agresif karena tidak berdaya. Berusahalah untuk selalu bersikap proporsional, yang perlu Anda ingat adalah, ketika anak mengalami beberapa kekecewaan kecil, ia selayaknya memperoleh segudang curahan cinta dari ayah dan bundanya.

==================

Resume Kulwap Harian IIP Jakarta #02

Selasa 3 Maret 2015

Oleh Laksmira Ratna Bayuardi

===================

Yuuk share Bunda, pengalaman Bunda terkait hal di atas…

===================

CETAKAN BENTO

Cetakan nasi, cetakan telur, cetakan roti, cetakan sayuran.

Terdapat berbagai bentuk menarik seperti Mickey Mouse, Hello Kitty, Winnie the Pooh, Mobil Cars, Panda, Beruang, Kelinci, dan masih banyak lagi.

INFORMASI & PEMESANAN : 0852 3179 7181. (CALL/SMS/WA) PIN BB: 536022E8
OFFICIAL WEBSITE : http://www.forbento.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s