[Parenting] Anak Meniru Lingkungan

Masalahnya, semakin bertambah usia anak, ia tak hanya memiliki satu model-yaitu orang tuanya-untuk ditiru. Menurut Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, MHPEd, psikolog anak dan keluarga, yang kerap disapa Diana ini, meski orang tua sudah memberikan contoh terbaik untuk anak, tetapi anak juga bisa belajar meniru dari lingkungan, misalnya televisi, pengasuh, guru, dan teman-teman di sekolah.

anak-meniru

Demikian cuplikan artikel yang saya baca dari detik.com, link http://www.parenting.co.id/article/balita/anak.meniru.dari.lingkungan/001/003/1215.

Sebagai orangtua, Anda mungkin tak bisa sama sekali melarangnya menonton film superhero sementara semua teman-teman di sekolahnya membicarakannya. Tapi hal ini bisa disiasati dengan mendampingi anak Anda, untuk memberi pengertian bahwa meskipun di televisi si superhero memukul musuhnya, bukan berarti di dunia nyata ia juga boleh memukul temannya dengan cara yang sama seperti si superhero tersebut. Diana menambahkan bahwa role model lain yang juga sangat mungkin untuk ditiru anak adalah pengasuh. Terutama bagi balita, sosok pengasuh sangat besar pengaruhnya, karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan pengasuhnya dibandingkan dengan teman sebaya.

Saya jadi ingat sebuah cerita dari seorang kawan, dia memiliki dua anak. Anak yang pertama, diasuh oleh pengasuh yang ceria, secara tidak disadari, si anak terpengaruh pembawaannya menjadi anak yang ceria. Sedangkan anak kedua, diasuh oleh pengasuh yang cenderung pendiam dan suka cemberut. Dan terlihat perbedaannya, si anak kedua cenderung lebih pendiam.

“Beberapa waktu lalu, saya pernah memerhatikan ada teman sekelas anak saya yang memiliki cara berbicara agak sengau. Dan saya juga memerhatikan bahwa seorang ibu yang kerap mengantar dan menjemputnya memiliki cara berbicara yang sama dengan anak tersebut. Saya tahu, ibu tersebut bukan orang tuanya. Tapi dari kesamaan mereka, saya bisa menebak bahwa ibu itu adalah pengasuh yang sangat dekat dengan si anak,” ujar Diana.

Kadang, orang tua sering tidak sreg dengan perilaku si pengasuh yang ditiru oleh anaknya. Entah karena tak sesuai dengan nilai yang dianut orang tua, atau sekadar cemburu. Dan menurut Diana, pada orang tua yang cemburu, sering terjadi si anak akhirnya dipisahkan secara paksa dari pengasuhnya, dengan cara memberhentikan si pengasuh.

“Padahal, cara ini justru mengorbankan anak, ketika ia dipisahkan tiba-tiba oleh seseorang yang sangat dekat dengannya,” kata Diana.

Regards,
http://www.forbento.com

Bento tools and Accessories Online Shop

Bento Tips and Tutorial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s